• About
  • Privacy Policy
  • Terms
0
0
0
0
Artıfısıal Official Blog Artıfısıal Official Blog Artıfısıal Official Blog
  • AI News
    • Apple
    • Anthropic
    • OpenAI
    • Meta
    • Microsoft
    • Amazon
    • Google
    • xAI
  • AI Startup Charts
  • AI Community
  • AI NEWSLETTER
  • AI Events
  • AI News
  • Anthropic

Alibaba Resmi Melarang Karyawan Gunakan Claude Code

  • Rifad
Total
0
Shares
0
0
0

Persaingan AI antara Amerika Serikat dan China kembali memanas. Kali ini, raksasa teknologi China, Alibaba, dilaporkan resmi melarang seluruh karyawannya menggunakan Claude Code serta seluruh model AI milik Anthropic di lingkungan kerja. Keputusan tersebut mulai berlaku pada 10 Juli 2026 dan langsung menarik perhatian industri AI global.

Langkah ini bukan sekadar pergantian software. Banyak analis menilai keputusan Alibaba mencerminkan meningkatnya ketegangan teknologi antara dua negara dengan industri AI terbesar di dunia.

Claude Code Dicap Berisiko

Menurut laporan Reuters dan The Information, Alibaba menginstruksikan seluruh karyawan untuk menghapus Claude Code dan seluruh model Claude dari komputer kerja mereka. Perusahaan menyebut adanya kekhawatiran terhadap fitur keamanan yang dinilai berpotensi menjadi “backdoor” atau mekanisme yang dapat mendeteksi penggunaan dari wilayah atau perusahaan tertentu.

Anthropic sendiri menjelaskan bahwa fitur tersebut merupakan bagian dari sistem keamanan eksperimental untuk mencegah akses tidak sah, khususnya dari wilayah yang memang tidak didukung secara resmi. Namun di China, fitur itu justru memicu kekhawatiran mengenai keamanan data perusahaan.

Diganti dengan AI Buatan Sendiri

Sebagai pengganti Claude Code, Alibaba meminta para karyawannya menggunakan Qoder, asisten coding AI yang dikembangkan secara internal.

Langkah ini menunjukkan arah baru perusahaan-perusahaan besar di China: mengurangi ketergantungan terhadap model AI Amerika dan memperkuat ekosistem AI domestik. Selain Alibaba, berbagai perusahaan China seperti Baidu, ByteDance, DeepSeek, hingga Moonshot juga terus mengembangkan model AI mereka sendiri untuk bersaing di tingkat global.

Konflik dengan Anthropic Semakin Dalam

Larangan tersebut muncul hanya beberapa hari setelah Anthropic menuduh Alibaba melakukan distillation attack, yaitu proses melatih model AI menggunakan keluaran dari model AI lain tanpa izin.

Anthropic mengklaim operator yang terkait dengan Alibaba menggunakan hampir 25.000 akun palsu dan menghasilkan sekitar 28,8 juta interaksi dengan Claude untuk meniru kemampuan model tersebut. Alibaba belum memberikan tanggapan resmi terhadap tuduhan itu.

Banyak pengamat melihat larangan penggunaan Claude di Alibaba sebagai bagian dari meningkatnya persaingan strategis antara kedua perusahaan.

AI Kini Menjadi Isu Keamanan Nasional

Kasus ini menunjukkan bahwa AI bukan lagi sekadar alat produktivitas.

Kini perusahaan mulai mempertimbangkan pertanyaan yang jauh lebih besar: Siapa yang memiliki model AI? Di mana data diproses? Dan siapa yang sebenarnya dapat mengakses informasi tersebut?

Di tengah meningkatnya persaingan global, perusahaan-perusahaan besar semakin memilih menggunakan AI yang mereka bangun sendiri dibandingkan mengandalkan teknologi dari negara lain.

Masa Depan AI Akan Terpecah?

Larangan Alibaba memperlihatkan bahwa industri AI dunia mulai terbagi menjadi dua kubu besar.

Di satu sisi terdapat perusahaan Amerika seperti Anthropic, OpenAI, Google, dan xAI. Di sisi lain, China terus memperkuat ekosistem AI domestiknya melalui Alibaba, DeepSeek, Baidu, Moonshot, dan perusahaan lokal lainnya.

Jika tren ini terus berlanjut, dunia kemungkinan akan memasuki era dua ekosistem AI global yang berkembang secara terpisah, masing-masing dengan teknologi, aturan, dan infrastrukturnya sendiri.

Sumber: https://www.theinformation.com/briefings/alibaba-bans-employees-using-claude

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Pin it 0
Related Topics
  • Alibaba
  • Anthropic
  • Artificial Intelligence
  • INews
  • Qoder
Rifad

Previous Article
  • AI News
  • Anthropic

Pemerintah AS Resmi Izinkan Anthropic Hidupkan Kembali Mythos

  • Rifad
View Post
Next Article
  • AI News
  • Investasi AI

Mistral Resmi Ubah Cara Robot Melihat Dunia

  • Rifad
View Post
You May Also Like
View Post
  • AI News

Trump Bersiap Hadapi 4 Resiko Masa Depan Teknologi AI

  • Rifad
  • October 3, 2026
View Post
  • AI News
  • Investasi AI

Vietnam Berambisi Menjadi Negara Teknologi Terbesar Di Asean

  • Rifad
  • September 28, 2026
View Post
  • AI News
  • LLMs
  • OpenAI

GPT-6 Astra Resmi Rilis: Benarkah Era AGI dan Ancaman Web Search Dimulai?

  • Rifad
  • September 5, 2026
View Post
  • AI News

Kebijakan dan Regulasi AI di Indonesia

  • N Firmansyah
  • September 3, 2026
View Post
  • AI News
  • Pojok AI

Uni Eropa Berambisi Menjadi Polisi AI di Seluruh Dunia

  • Rifad
  • August 29, 2026
View Post
  • AI News

AS Mulai Memaksa Dunia Memilih Kubu AI Amerika, Bukan China

  • Rifad
  • August 16, 2026
View Post
  • AI News
  • Tokoh AI

Elon Musk Tergila-Gila Habiskan Waktu bersama AI & Robot demi Ambisi

  • Rifad
  • August 5, 2026
View Post
  • AI News

Kota Paling Aktif di Ekosistem AI Indonesia: Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta

  • N Firmansyah
  • August 3, 2026
Artıfısıal Official Blog Artıfısıal Official Blog
  • About
  • Privacy Policy
  • Terms

Input your search keywords and press Enter.