• About
  • Privacy Policy
  • Terms
0
0
0
0
Artıfısıal Official Blog Artıfısıal Official Blog Artıfısıal Official Blog
  • AI News
    • Apple
    • Anthropic
    • OpenAI
    • Meta
    • Microsoft
    • Amazon
    • Google
    • xAI
  • AI Startup Charts
  • AI Community
  • AI NEWSLETTER
  • AI Events
  • AI News

AS Mulai Memaksa Dunia Memilih Kubu AI Amerika, Bukan China

  • Rifad
Total
0
Shares
0
0
0

Perang teknologi antara Amerika Serikat dan China memasuki babak baru. Kali ini, yang diperebutkan bukan hanya chip, model AI, atau data, tetapi juga negara mana yang akan berdiri di belakang masing-masing ekosistem AI.

Amerika Serikat sedang menyiapkan surat kepada 35 negara yang telah menandatangani AI Opportunity Statement. Dalam draf tersebut, Washington memperingatkan bahwa negara yang ikut bergabung dengan inisiatif AI China berpotensi dikeluarkan dari koalisi AI yang dipimpin AS.

Pesannya cukup keras: negara-negara tidak bisa mengambil posisi di kedua sisi sekaligus.

Pemicu utama ketegangan ini adalah Kazakhstan. Negara Asia Tengah tersebut menjadi satu-satunya negara yang diketahui bergabung dengan kedua kubu: inisiatif AS Pax Silica dan organisasi AI yang dibentuk China, World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO).

Ini Bukan Sekadar Perang AI

Di balik persaingan tersebut terdapat sesuatu yang jauh lebih besar: rantai pasok teknologi global.

Pax Silica dirancang untuk memperkuat kerja sama negara-negara dalam mengamankan pasokan semikonduktor, mineral kritis, dan infrastruktur yang dibutuhkan industri AI. Washington ingin mengurangi ketergantungan terhadap negara yang dianggap sebagai pesaing strategis.

China meanwhile membangun jalur alternatif.

Pada Juli 2026, Presiden China Xi Jinping mempromosikan WAICO sebagai bagian dari visi China untuk membangun tatanan AI global yang lebih terbuka, terutama dengan negara-negara berkembang. WAICO sendiri diluncurkan dengan 29 negara anggota.

Dengan kata lain, dunia mulai melihat terbentuknya dua ekosistem AI yang saling bersaing.

🇺🇸 AS: AI, chip, mineral kritis, investasi, dan rantai pasok.

🇨🇳 China: AI open-weight, kerja sama teknologi, akses bagi negara berkembang, dan tata kelola AI.

Negara Lain Jadi Penentu

Masalahnya, banyak negara tidak ingin memilih salah satu.

Negara seperti Kazakhstan memiliki kepentingan ekonomi dan strategis dengan Washington sekaligus Beijing. Bagi negara berkembang, bekerja sama dengan kedua kekuatan tersebut bisa menjadi cara mendapatkan investasi, teknologi, dan akses pasar sebanyak mungkin.

Namun Washington kini tampaknya ingin mengubah aturan permainan.

Dalam draf surat tersebut, pejabat AS menegaskan bahwa menjadi bagian dari dua ekosistem yang dianggap bertentangan dapat menimbulkan masalah kepercayaan. Reuters melaporkan AS bahkan ingin mendorong negara-negara untuk “choose deliberately” dalam menentukan arah kerja sama AI mereka.

China sendiri menolak politisasi perdagangan dan teknologi. Beijing memperingatkan bahwa tindakan semacam itu justru dapat menghambat perkembangan AI global.

Dunia AI Mulai Terbelah?

Yang membuat situasi semakin panas adalah kemampuan AI China yang berkembang sangat cepat. Model open-weight China mulai mengejar sistem tertutup dari perusahaan AS seperti OpenAI dan Anthropic.

Artinya, persaingan ini bukan lagi tentang siapa yang memiliki teknologi paling maju.

Ini tentang siapa yang menentukan standar, menguasai rantai pasok, menyediakan infrastruktur, dan akhirnya membentuk aturan AI dunia.

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Pin it 0
Related Topics
  • Amerika Serikat
  • Artificial Intelligence
  • China
  • Report
Rifad

Previous Article
  • AI News
  • Tokoh AI

Elon Musk Tergila-Gila Habiskan Waktu bersama AI & Robot demi Ambisi

  • Rifad
View Post
Next Article
  • Pojok AI

HRIS Lokal vs Global di Era AI: Mampukah Kecerdasan Buatan Menavigasi Dinamika Ketenagakerjaan Indonesia?

  • Eriga Syifaudin AlMansur
View Post
You May Also Like
View Post
  • AI News
  • Investasi AI

Vietnam Berambisi Menjadi Negara Teknologi Terbesar Di Asean

  • Rifad
  • September 28, 2026
View Post
  • AI News
  • LLMs
  • OpenAI

GPT-6 Astra Resmi Rilis: Benarkah Era AGI dan Ancaman Web Search Dimulai?

  • Rifad
  • September 5, 2026
View Post
  • AI News

Kebijakan dan Regulasi AI di Indonesia

  • N Firmansyah
  • September 3, 2026
View Post
  • AI News
  • Pojok AI

Uni Eropa Berambisi Menjadi Polisi AI di Seluruh Dunia

  • Rifad
  • August 29, 2026
View Post
  • AI News
  • Tokoh AI

Elon Musk Tergila-Gila Habiskan Waktu bersama AI & Robot demi Ambisi

  • Rifad
  • August 5, 2026
View Post
  • AI News

Kota Paling Aktif di Ekosistem AI Indonesia: Jakarta, Bandung, hingga Yogyakarta

  • N Firmansyah
  • August 3, 2026
View Post
  • AI News
  • LLMs
  • OpenAI

Gara-gara Satu Password, Agent OpenAI Hantam Hugging Face dan Kabur

  • Rifad
  • July 24, 2026
View Post
  • AI News
  • Anthropic
  • Microsoft
  • Newsletter

Project Perception Milik Microsoft Siap Lawan Model Mythos Antrhopic di Dunia Keamanan

  • Rifad
  • July 18, 2026
Artıfısıal Official Blog Artıfısıal Official Blog
  • About
  • Privacy Policy
  • Terms

Input your search keywords and press Enter.