Analisis TechCrunch bersama perusahaan riset finansial Hudson Labs terhadap panggilan laporan keuangan Tesla selama tujuh tahun menemukan perubahan besar dalam fokus Elon Musk. Kini, hampir 50% waktu bicaranya berkaitan dengan AI, robotaxi, dan teknologi Full Self-Driving. Pada 2022, porsinya hanya sekitar 15–20%.
Perubahan paling mencolok terlihat pada Optimus, robot humanoid Tesla. Saat pertama diperkenalkan pada 2021, Musk hanya menghabiskan sekitar 2% atau kurang dari waktunya untuk membahas proyek tersebut. Namun dalam setahun terakhir, pembahasan Optimus mencapai setidaknya 10% dari pernyataannya dan bahkan hampir sepertiga fokus Musk dalam panggilan kuartal ketiga 2025.
Sementara itu, pembahasan mengenai mobil justru semakin mengecil.
Ironisnya, Tesla masih sangat bergantung pada bisnis otomotif. Perusahaan mengirimkan hampir 500.000 mobil pada kuartal terakhir, dan sekitar 70% pendapatannya masih berasal dari penjualan kendaraan. Namun Musk terus mendorong narasi bahwa Tesla tidak seharusnya dinilai hanya sebagai perusahaan otomotif.
Ambisi besarnya jelas: autonomous driving, robotaxi, AI, dan Optimus diharapkan menjadi mesin pertumbuhan Tesla berikutnya.
Masalahnya, teknologi masa depan tersebut belum menghasilkan keuntungan nyata sebesar bisnis mobil. Eksekutif Tesla lainnya bahkan masih menghabiskan sekitar 30% waktu mereka dalam earnings call untuk membahas bisnis otomotif.
Perubahan fokus Musk juga terjadi ketika bisnis mobil Tesla menghadapi tekanan dari kompetisi produsen lama dan pemain China.
Jadi, Tesla kini berada dalam posisi unik.
Perusahaan yang menghasilkan uang dari mobil sedang mempertaruhkan masa depannya pada robot dan AI.
Jika Optimus dan robotaxi berhasil, Tesla bisa berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih besar daripada produsen mobil.