• About
  • Privacy Policy
  • Terms
0
0
0
0
Artıfısıal Official Blog Artıfısıal Official Blog Artıfısıal Official Blog
  • AI News
    • Apple
    • Anthropic
    • OpenAI
    • Meta
    • Microsoft
    • Amazon
    • Google
    • xAI
  • AI Startup Charts
  • AI Community
  • AI NEWSLETTER
  • AI Events
  • AI News

Nestle dan Unilever Gunakan AI untuk Menghasilkan Iklan

  • Artıfısıal
Total
0
Shares
0
0
0

Membuat iklan bisa jadi hal yang menantang karena sulit dan mahal, karena itu makin banyak brand melirik generative AI sebagai cara untuk membuat proses tersebut lebih mudah.

Reuters melaporkan bahwa agensi periklanan besar seperti WPP dan perusahaan multinasional seperti Unilever mulai memanfaatkan generative AI untuk mengurangi biaya marketing sembari membuat lebih banyak iklan.

Klien WPP, Nestlé dan Mondelez, pembuat Oreo dan Cadbury, menggunakan DALL-E 2 dari OpenAI untuk membuat iklan. Salah satu iklan untuk Cadbury ditayangkan di India dengan video yang dihasilkan oleh AI dari aktor Bollywood Shah Rukh Khan yang mengundang pejalan kaki untuk berbelanja di toko. CEO WPP memberi tahu Reuters bahwa penghematan dari generative AI bisa “10 hingga 20 kali lipat.”

Unilever menciptakan alat iklan generative AI sendiri dan menggunakannya untuk menulis teks iklan untuk salah satu produk shampoo-nya.

Namun, karena semakin banyak brand yang ingin menggunakan generative AI untuk membuat lebih banyak iklan, kini muncul pertanyaan apakah mereka perlu memberi tahu orang bahwa itu dihasilkan oleh AI. Di Amerika Serikat, perusahaan-perusahaan pengembang teknologi AI telah menandatangani perjanjian dengan pemerintah dalam mengembangkan teknologi watermarking untuk melabeli apa pun yang dibuat oleh AI. Secara teori, iklan yang dihasilkan oleh AI bisa masuk dalam aturan tersebut.

Ken Sickles, chief product officer for digital watermarking di Digimarc, mengatakan kepada The Verge bahwa harus ada kebijakan standar mengenai penandaan konten yang dihasilkan oleh AI.

Tak hanya Nestle dan Unilever, berbagai brand daring juga mulai bereksperimen dengan generative AI. Salah satu brand fashion terkenal, Adore Me mulai mencicipi teknologi AI untuk mencari tahu cara memasarkan bra dan pakaian dalam intim lainnya tanpa harus khawatir akan sensor.

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Pin it 0
Related Topics
  • Nestle
  • Unilever
Artıfısıal

The #1 AI ecosystem in Indonesia.

Previous Article
  • AI News

Meta Rilis SeamlessM4T, AI Penerjemah Multibahasa

  • Artıfısıal
View Post
Next Article
  • AI News
  • Microsoft

Microsoft Tawarkan “Private ChatGPT” Gratis di Azure

  • Artıfısıal
View Post
You May Also Like
View Post
  • AI News
  • LLMs
  • Microsoft
  • Newsletter

Microsoft Peringatkan AI Agent Bisa Jadi Ancaman dari Dalam Perusahaan

  • Rifad
  • October 20, 2026
View Post
  • AI News
  • Anthropic

OpenCode Diretas, Pengguna AI Terancam Tagihan Ratusan Dolar

  • Rifad
  • October 20, 2026
View Post
  • AI News
  • Newsletter

Bank Besar AS Blokir Agen AI yang Mencoba Mengakses dan Memindahkan Uang Nasabah

  • Rifad
  • October 19, 2026
View Post
  • AI News
  • Google
  • Newsletter

Trump Klaim Google Kini Menurut Kepadanya, Perubahan Nama di Maps Jadi Sorotan

  • Rifad
  • October 19, 2026
View Post
  • AI News
  • Newsletter
  • Tokoh AI

TikTok Blokir Akun Promosi Film Dokumenter Elon Musk, Kontroversi Sensor Kian Memanas

  • Rifad
  • October 18, 2026
View Post
  • AI News
  • Investasi AI
  • Newsletter

Saham Pemasok AI Asia Berguguran, Biaya Pendanaan Ancam Ledakan Infrastruktur AI

  • Rifad
  • October 18, 2026
View Post
  • AI News
  • Meta
  • Newsletter

Meta Revisi Ketentuan Bisnis Usai Kontroversi Penggunaan Konten Situs untuk AI

  • Rifad
  • October 17, 2026
View Post
  • AI News
  • Anthropic
  • Newsletter

Claude Pangkas Gerbang Sirkuit Kuantum hingga 17 Kali dalam Riset Anthropic

  • Rifad
  • October 17, 2026
Artıfısıal Official Blog Artıfısıal Official Blog
  • About
  • Privacy Policy
  • Terms

Input your search keywords and press Enter.