• About
  • Privacy Policy
  • Terms of Services
0
0
0
0
0
Artifisial Official Blog Artifisial Official Blog Artifisial Official Blog
  • AI News
    • Apple
    • Anthropic
    • OpenAI
    • Meta
    • Microsoft
    • Amazon
    • Google
    • xAI
  • TOP 100 Tokoh AI
  • 1000+ ChatGPT Prompts
  • Komunitas AI
  • NEWSLETTER
Source: 2wai
  • AI News

AI Ini Bantu Kamu Bisa Ngobrol dengan Orang yang Sudah Meninggal, Inovasi atau Tanda Bahaya?

  • Dadang Irsyam
Total
0
Shares
0
0
0

Di tengah perkembangan kecerdasan buatan yang semakin cepat, batas antara dunia digital dan kehidupan pribadi kita semakin menipis. Mulai dari asisten virtual, generator wajah, hingga deepfake yang makin realistis, teknologi kini mampu meniru manusia bukan hanya dari tampilan, tetapi juga cara bicara dan respons emosionalnya.

Di antara berbagai inovasi tersebut, muncul satu aplikasi baru yang langsung mengundang perhatian publik dan memancing diskusi intens: 2Wai, aplikasi AI yang memungkinkan pengguna “berkomunikasi” dengan versi digital dari orang yang sudah meninggal.

Aplikasi ini baru dirilis di iOS dan dikembangkan oleh startup yang dipimpin oleh mantan aktor Disney Channel Calum Worthy serta produser Hollywood Russell Geyser. Sekilas terdengar futuristik, namun justru di sinilah letak kontroversinya.


Bagaimana 2Wai Bekerja? Dari Video Singkat Menjadi “HoloAvatar”

2Wai menawarkan fitur pembuatan HoloAvatar, yaitu avatar digital yang bisa berbicara, bereaksi, dan merespons layaknya manusia dalam percakapan langsung.
Dengan hanya mengunggah:

  • Sebuah video pendek
  • Cuplikan suara

HoloAvatar tersebut mendukung lebih dari 40 bahasa dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan: dari “melestarikan” hubungan dengan orang yang telah tiada, membuat avatar selebritas atau tokoh sejarah, hingga menciptakan karakter pendamping AI seperti astrolog, konselor, atau pemandu wisata virtual.


Misi yang Diusung: Kendali Atas Likeness Digital

Para pendiri 2Wai menjelaskan bahwa tujuan mereka bukan sekadar menciptakan pengalaman emosional, namun juga memberikan kendali penuh bagi individu atas citra digital mereka.

Menurut mereka, perkembangan deepfake yang semakin pesat membuat orang perlu memiliki versi digital yang “resmi”, agar bisa menentukan bagaimana representasi mereka digunakan atau tidak digunakan.


Namun Tidak Semua Orang Sepakat: Inovasi atau Distopia?

Meski idenya terdengar menarik, banyak pihak mempertanyakan dampak psikologis dan etis dari aplikasi seperti ini.

Sebagian kritikus menilai bahwa teknologi semacam ini dapat mengaburkan proses berduka alami dan menciptakan ketergantungan emosional yang tidak sehat, terutama ketika avatar digital terlihat terlalu hidup dan interaktif.

Publik pun membandingkan konsep 2Wai dengan berbagai karya fiksi ilmiah yang mengangkat isu serupa, dengan nada yang tak selalu positif. Banyak yang menyebut aplikasi ini sebagai “pertanda distopia”, bukan sekadar eksperimen teknologi.


Ketika Teknologi Makin Dekat dengan Emosi Manusia

Kehadiran 2Wai mengingatkan kita bahwa kecerdasan buatan kini tidak hanya memecahkan masalah teknis, tetapi mulai menyentuh lapisan terdalam emosional manusia. Di satu sisi, teknologi ini dapat menawarkan kenyamanan dan rasa kedekatan. Namun di sisi lain, ia membuka pertanyaan besar tentang etika, identitas digital, dan batas yang seharusnya tidak kita lewati.

Apakah teknologi seperti ini membantu proses manusia, atau justru menciptakan ilusi baru yang lebih membingungkan?
Jawabannya kembali pada bagaimana kita menggunakannya, dan seberapa siap kita menghadapi konsekuensinya.

Bagaimana pendapat Anda?

Total
0
Shares
Share 0
Tweet 0
Pin it 0
Related Topics
  • AI
  • Chatbot
  • Emotion
Dadang Irsyam

Previous Article
  • AI News

“Vibe Coding” Resmi Masuk Kamus, Menandai Revolusi Cara Kita Menulis Kode dengan AI

  • Dadang Irsyam
View Post
Next Article
  • AI News
  • Investasi AI

Investor yang Memprediksi Krisis 2008 Kini Ramalkan Keruntuhan AI: Ancaman atau Sekadar Gertakan?

  • Dadang Irsyam
View Post
You May Also Like
View Post
  • AI News
  • Investasi AI
  • Newsletter
  • OpenAI
  • Pojok AI
  • Tokoh AI

OpenAI Danai Startup Antarmuka Otak Milik Sam Altman. Valuasi: $850 Juta.

  • Rifad
  • January 16, 2026
View Post
  • AI News
  • Investasi AI
  • Pojok AI

[Eksklusif] ByteDance Siapkan US$14 Miliar untuk Chip Nvidia di 2026 Seiring Lonjakan Kebutuhan Komputasi

  • Rifad
  • January 12, 2026
View Post
  • AI News
  • Tokoh AI

☠️ “99,9% PELUANG AI BUNUH KITA SEMUA!”, Peringatan Mengerikan dari Peneliti AI

  • Rifad
  • January 11, 2026
View Post
  • AI News
  • LLMs
  • Pojok AI

Brex: Keuangan Otonom Tidak Butuh Orkestrasi Berat

  • Rifad
  • January 8, 2026
View Post
  • AI News
  • LLMs
  • Tokoh AI

Nvidia merilis Cosmos Reason 2 yang bertujuan untuk membawa penalaran VLM (Visual Light Modulator) ke dunia fisik.

  • Rifad
  • January 8, 2026
View Post
  • AI News
  • Newsletter

Cornell University (arXic.org) Melaporkan Berita Terbaru: Lupa tapi Setia? Arsitektur Memori AI Baru Pecahkan Dilema Privasi vs. Kinerja

  • Rifad
  • January 8, 2026
View Post
  • AI News

Era Baru Enterprise Software: Bukan Sekadar Data, Tapi Jejak Keputusan

  • Rifad
  • January 7, 2026
View Post
  • AI News
  • Investasi AI
  • Pojok AI

8 Pakar Wall Street Bocorkan Strategi Investasi Rp150 Juta di Tengah Ramalan Gelembung AI

  • Rifad
  • January 7, 2026
Artifisial Official Blog Artifisial Official Blog
  • About
  • Privacy Policy
  • Terms of Services

Input your search keywords and press Enter.