Glen Anderson sudah 15 tahun menjadi perantara saham perusahaan swasta. Dan sekarang, ia bilang: pasar belum pernah sepanas ini.
Anthropic: Semua Orang Mau, Tapi Tidak Ada yang Mau Jual
Di Rainmaker Securities — platform yang memfasilitasi transaksi di sekitar 1.000 saham swasta — satu nama mendominasi percakapan:
Anthropic.
Bukan karena produknya sempurna. Bukan karena valuasinya murah. Tapi karena tidak ada yang mau melepasnya.
“Saham yang paling sulit dicari di marketplace kami adalah Anthropic. Tidak ada yang mau jual.”
Bloomberg melaporkan ada $2 miliar uang tunai siap masuk ke Anthropic. Di sisi lain, $600 juta saham OpenAI masih tergeletak — tidak ada yang mau beli.
Yang memicu ini? Ironisnya: konfrontasi Anthropic dengan Departemen Pertahanan AS. Sesuatu yang awalnya terlihat seperti bencana PR — justru jadi bahan bakar.
“Orang-orang berpihak pada mereka seperti pahlawan yang melawan pemerintah. Itu memperkuat narasi dan semakin membedakan mereka dari OpenAI.”
OpenAI: Masih Relevan, Tapi Sudah Tidak Seksi
OpenAI tidak jatuh. Tapi gairahnya sudah tidak sama.
Sahamnya di pasar sekunder diperdagangkan di valuasi $765 miliar — diskon signifikan dari valuasi primer $852 miliar. Artinya, investor yang sudah masuk pun tidak yakin harga itu akan bertahan.
Morgan Stanley dan Goldman Sachs mulai menawarkan saham OpenAI ke nasabah kaya mereka tanpa carry fee — langkah yang biasanya dilakukan untuk mendorong minat yang sedang lesu. Sementara untuk Anthropic? Goldman tetap memungut carry 15–20% dari keuntungan. Karena mereka bisa.
Anderson merangkumnya dengan jujur:
“Ini bukan soal pilih salah satu. Tapi pasar Anthropic jauh lebih hidup saat ini.”
SpaceX: Monster yang Berbeda Kelas
Sementara dua raksasa AI saling berebut narasi, SpaceX bermain di liga yang lain sepenuhnya.
Antara 2022–2024, banyak saham perusahaan swasta anjlok 60–70% dari puncaknya. SpaceX? Tidak tergoyahkan. Konsisten naik.
Rahasianya menurut Anderson: tidak serakah.
“Banyak perusahaan tergoda memaksimalkan harga di setiap putaran. Masalahnya, itu tidak menyisakan ruang untuk kesalahan.”
SpaceX tidak melakukan itu. Hasilnya? Investor yang masuk di 2015 dengan valuasi $12 miliar kini duduk di atas keuntungan 100x lipat — valuasi SpaceX kini melampaui $1 triliun.
Dan minggu ini, SpaceX resmi mengajukan dokumen IPO secara konfidensial. Target dana: $50–75 miliar. Kemungkinan Juni. Kalau terealisasi, ini akan menjadi salah satu IPO terbesar dalam sejarah.
Siapa yang Akan Terlambat?
Di sinilah permainannya menjadi brutal.
OpenAI dan Anthropic sama-sama dikabarkan sedang mempertimbangkan IPO tahun ini. Tapi SpaceX sudah lebih dulu bergerak — dan itu masalah besar.
Anderson tidak basa-basi:
“SpaceX akan menyerap banyak likuiditas. Uang yang dialokasikan untuk IPO itu terbatas.”
Siapa yang datang pertama, mendapat akses terbaik. Siapa yang menyusul — menghadapi pengawasan lebih ketat, modal lebih sedikit, dan pasar yang sudah lelah.
Pertanyaannya bukan lagi siapa yang paling inovatif. Pertanyaannya adalah: siapa yang paling tahu kapan harus melangkah?
Sumber: TechCrunch / Bloomberg — diadaptasi dan disarikan