Meta Description: Anthropic melaporkan Claude Mythos 5 berhasil mengoptimalkan delapan desain sirkuit kuantum, memangkas jumlah gerbang hingga 17 kali pada salah satu rancangan.
AI kini mulai membantu menyelesaikan persoalan yang biasanya membutuhkan keahlian matematika dan komputasi tingkat tinggi. Dalam riset terbarunya, Anthropic melaporkan bahwa Claude berhasil merancang ulang delapan komponen sirkuit kuantum dan mengungguli desain yang telah dipublikasikan sebelumnya.
Riset yang diterbitkan pada 16 Oktober 2026 itu menggunakan Claude Mythos 5. Model diberi deskripsi tugas dalam bahasa biasa, lalu bekerja dengan program evaluator yang memeriksa kebenaran desain dan menilai kebutuhan qubit serta gerbang kuantum.
Gerbang Kuantum Berkurang hingga 17 Kali
Salah satu hasil paling menonjol muncul dalam rancangan sirkuit untuk operasi matematika yang digunakan pada komputasi kurva eliptik.
Anthropic melaporkan bahwa salah satu desain menggunakan 12% lebih banyak qubit dibandingkan desain terdahulu, tetapi membutuhkan 17 kali lebih sedikit gerbang kuantum. Pengurangan ini berpotensi memangkas waktu komputasi, meski kebutuhan qubit dan jumlah gerbang tetap harus dipertimbangkan bersama.
Pada komponen lain, yakni decoder untuk algoritma Decoded Quantum Interferometry (DQI), Claude mengganti pendekatan algoritma sebelumnya dengan metode Berlekamp-Massey. Hasilnya, jumlah gerbang turun hingga 12 kali dibandingkan rancangan terdahulu dari Google.
Bukan Sekadar Memperbaiki Kode
Menurut Anthropic, peningkatan tersebut bukan hanya hasil penyempurnaan desain lama. Claude menemukan pendekatan matematis baru untuk mengurangi kebutuhan penyimpanan informasi perantara, lalu menguji hasilnya melalui simulasi dan pemeriksaan formal.
Dalam eksperimen ini, model bekerja melalui siklus berulang: mengajukan rancangan, menerima skor dan hasil pemeriksaan, lalu memperbaiki solusinya. Setelah instruksi awal diberikan, proses tersebut berjalan tanpa masukan manusia di antara setiap putaran, meskipun peneliti tetap memberikan arahan sesekali selama eksperimen.
Apa Artinya bagi Komputasi Kuantum?
Komputer kuantum saat ini masih menghadapi keterbatasan jumlah qubit dan gangguan yang dapat merusak hasil perhitungan. Karena itu, membuat algoritma lebih hemat sumber daya menjadi salah satu jalur penting menuju penggunaan praktis.
Hasil Anthropic menunjukkan bahwa AI berpotensi mempercepat pekerjaan optimasi sirkuit yang selama ini dilakukan peneliti. Namun, ini belum membuktikan bahwa semua algoritma kuantum akan menjadi lebih efisien atau bahwa perangkat keras kuantum yang dibutuhkan sudah tersedia.
Temuan tersebut masih merupakan hasil desain dan evaluasi komputasional. Langkah berikutnya adalah memahami bagaimana rancangan ini dapat diterapkan pada perangkat kuantum nyata dan apakah peningkatannya bertahan dalam kondisi operasional yang sesungguhnya.
Sumber: Anthropic Research, Designing more efficient quantum circuits with Claude
Label: Anthropic, Claude, Quantum Computing, Artificial Intelligence, Riset AI